Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2013

Senam Lansia


2.3  Senam Lansia
Senam Lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila dilaksanakan dengan baik dan benar. Senam atau latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktifitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu. Senam merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program retabilitas bagi mereka yang telah menderita(Puslitbang Depkes RI,2003:6).
Senam lansia merupakan bagian dari latihan fisik. Latihan fisik adalah segala upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kondisi fisik lansia (Sri Surini, 2003).

2.4 Tujuan Senam Lansia
Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan rokhani.
Tujuan lain adalah:
·         Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme.
·         Membangun kekuatan dan daya tahan.
·         Menurunkan lemak.
·         Meningkatkan kondisi otot dan sendi.
(Depkes RI,1997:2).
2.5 Manfaat Senam Lansia
1) Sebagai Pencegahan
Pada usia 40 tahun keatas senam sangat baik untuk mengatasi proses-proses degenerasi tubuh. Setelah umur 40 tahun ternyata olahraga yang bersifat endurance sangat baik untuk mengatasi proses degenerasi tubuh, sehingga orang akan kelihatan lebih muda. Kekurangan gerak juga menyebabkan otot dan tulang tidak tumbuh dengan baik, otot yang lemah akan menyebabkan kelainan posisi badan yang nantinya akan menjadi kelainan tulang.
2) Sebagai Pengobatan (Kuratif)
Penyakit yang dapat disembuhkan dan dikurangi dengan senam lansia adalah kelemahan/kelainan sirkulasi darah, DM, kelainan infark jantung, kelainan insufisiensi koroner, kelainan pembuluh darah tepi, thromboplebitis dan osteoporosis.
3) Sebagai Rehabilisasi
Dengan senam yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:
·         Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan usia.
·         Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan.
  • Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam bertambahnya tuntutan (sakit).

2.6 Prinsip-Prinsip Olahraga Pada Lansia
1) Komponen kesegaran jasmani yang esensial dilatih adalah :
·                     Ketahanan kardio-pulmonal.
·                     Kelenturan (fleksibilitas).
·                     Kekuatan otot
·                     Komposisi tubuh (lemak tubuh jangan berlebihan).
2) Selalu memperhatikan keselamatan.
3) Latihan teratur dan tidak terlalu berat.
4) Permainan dalam bentuk ringan sangat dianjurkan.
5) Latihan dilakukan dengan dosis berjenjang.
6) Hindari kompetisi-kompetisi.
7) Perhatikan kontra indikasi latihan:
·                     Adanya penyakit infeksi.
·                     Hypertensi sistolik lebih dari 180 mmhg dan 120 mmhg diastolic.
·                     Berpenyakit berat dan dilarang dokter.
Latihan fisik untuk usia lanjut diarahkan pada beberapa tujuan yaitu :
1) Membantu tubuh agar tetap dapat bergerak.
2) Secara lambat laun menaikkan kemampuan fisik.
3) Memberi kontak psikologis lebih luas agar tidak terisolir dari rangsang.
4) Mencegah cedera.
Oleh karena itu sesuai perubahan-perubahan fisik yang ada lebih diarahkan pada:
1) Perbaikan kekuatan otot.
2) Perbaikan stamina (aerobic capacity).
3)Perbaikan fleksibilitas.
4)Perbaikan komposisi tubuh yang rasional ditambah dengan mempertahankan postur yg baik

(Depkes RI,1992:54).

Minggu, 06 Januari 2013

Khasiat Daun Sirsak



Berikut uraian kandungan gizi dan kegunaan buah, bunga dan biji  sirsak / sirsat untuk kesehatan terutama untuk pengobatan kanker, ambeien, sakit liver, bisul, eksim, rematik, sakit pinggang, dll
Nama Umum : Buah sirsak / sirsat
Nama Latin :  Annona muricata L
Nama lain : Soursop (Inggris), Corossol atau Anone (Perancis), Zuurzak (Belanda)  guanĂ¡bana (Spanish), graviola (Portuguese), Brazilian Paw Paw, Corossolier, Guanavana, Toge-Banreisi, Durian benggala, Nangka blanda, and Nangka londa. Kandungan Gizi  buah sirsak adalah sbb:
Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah.
Setelah air, kandungan zat gizi yang terbanyak dalam sirsak adalah karbohidrat. Salah satu jenis karbohidrat pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan kadar 81,9 – 93,6 persen dari kandungan gula total.
Buah sirsak mengandung sangat sedikit lemak (0,3 g/100 g), sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).
Mineral yang cukup dominan adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.
Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah.
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.
Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).
Sari buah (jus) sirsak di dalam sistem pencerna
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
5. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
6. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.

Resep2 pengobatan tradisional dengan sirsak sbb

1. Pengobatan Kanker.
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan
lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.
2 Sakit Pinggang.
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
3.  Bayi Mencret.
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
4.  Ambeien.
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5. Bisul.
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.
6. Anyang-anyangen.
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
7. Sakit Kandung Air Seni.
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
8. Penyakit Liver.  Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu
9. Eksim dan Rematik.  Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit
10. Bunga sirsak dapat digunakan utk menyembuhkan katarak tapi bagaimana penggunaannya saya belom tau.  Kalo saya sudah dapatkan resepnya akan saya tambahkan di sini.

Khasiat Sirsak 10.000X Lebih Kuat dari Kemoterapi Kanker

PostSumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya:
* Kanker Usus Besar
* Kanker Payu Dara
* Kanker Prostat
* Kanker Paru-paru
* Kanker Pankreas.  
Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat anti kanker di dalam tanaman sirsak adalah 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat
Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.
Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.
Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik.
Sejak 1976, graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yang berbeda dan dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.
Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah: graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh atau terganggu.
Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.
Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: prostat, pankreas, dan paru-paru.
Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buahnya ini bisa:
* Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
* Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
* Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
* Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, di antaranya kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas.
* Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.
* Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat.
Kisah lengkap tentang graviola, di mana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai bonus terbitan Health Sciences Institute (http://www.ewellnesspro.com/pdf_files/Beyond%20Chemotherapy.pdf ).
Buah Sirsak Untuk Mencegah Kanker
Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi secara teratur buah sirsak baik dengan cara dimakan langsung atau dalam bentuk jus buah.
Daun Sirsak Untuk Penyembuhan Kanker
Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air (600cc) dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas (200cc) saja. Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
Efek meminum ramuan daun sirsak adalah perut akan terasa hangat/panas dan badan berkeringat deras.
Obat herbal yang berasal dari daun sirsak ini bukanlah obat instan, pasien memerlukan waktu 3 sampai 4 minggu dengan meminumnya secara rutin untuk dapat merasakan manfaat penyembuhannya.
Sumber :
Sumber:

Konsep dasar teori Senam Lansia


2.3  Senam Lansia
Senam Lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila dilaksanakan dengan baik dan benar. Senam atau latihan fisik sering diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktifitas fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu. Senam merupakan bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program retabilitas bagi mereka yang telah menderita(Puslitbang Depkes RI,2003:6).
Senam lansia merupakan bagian dari latihan fisik. Latihan fisik adalah segala upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kondisi fisik lansia (Sri Surini, 2003).

2.4 Tujuan Senam Lansia
Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan rokhani.
Tujuan lain adalah:
·         Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme.
·         Membangun kekuatan dan daya tahan.
·         Menurunkan lemak.
·         Meningkatkan kondisi otot dan sendi.
(Depkes RI,1997:2).
2.5 Manfaat Senam Lansia
1) Sebagai Pencegahan
Pada usia 40 tahun keatas senam sangat baik untuk mengatasi proses-proses degenerasi tubuh. Setelah umur 40 tahun ternyata olahraga yang bersifat endurance sangat baik untuk mengatasi proses degenerasi tubuh, sehingga orang akan kelihatan lebih muda. Kekurangan gerak juga menyebabkan otot dan tulang tidak tumbuh dengan baik, otot yang lemah akan menyebabkan kelainan posisi badan yang nantinya akan menjadi kelainan tulang.
2) Sebagai Pengobatan (Kuratif)
Penyakit yang dapat disembuhkan dan dikurangi dengan senam lansia adalah kelemahan/kelainan sirkulasi darah, DM, kelainan infark jantung, kelainan insufisiensi koroner, kelainan pembuluh darah tepi, thromboplebitis dan osteoporosis.
3) Sebagai Rehabilisasi
Dengan senam yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:
·         Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan usia.
·         Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan.
  • Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam bertambahnya tuntutan (sakit).

2.6 Prinsip-Prinsip Olahraga Pada Lansia
1) Komponen kesegaran jasmani yang esensial dilatih adalah :
·                     Ketahanan kardio-pulmonal.
·                     Kelenturan (fleksibilitas).
·                     Kekuatan otot
·                     Komposisi tubuh (lemak tubuh jangan berlebihan).
2) Selalu memperhatikan keselamatan.
3) Latihan teratur dan tidak terlalu berat.
4) Permainan dalam bentuk ringan sangat dianjurkan.
5) Latihan dilakukan dengan dosis berjenjang.
6) Hindari kompetisi-kompetisi.
7) Perhatikan kontra indikasi latihan:
·                     Adanya penyakit infeksi.
·                     Hypertensi sistolik lebih dari 180 mmhg dan 120 mmhg diastolic.
·                     Berpenyakit berat dan dilarang dokter.
Latihan fisik untuk usia lanjut diarahkan pada beberapa tujuan yaitu :
1) Membantu tubuh agar tetap dapat bergerak.
2) Secara lambat laun menaikkan kemampuan fisik.
3) Memberi kontak psikologis lebih luas agar tidak terisolir dari rangsang.
4) Mencegah cedera.
Oleh karena itu sesuai perubahan-perubahan fisik yang ada lebih diarahkan pada:
1) Perbaikan kekuatan otot.
2) Perbaikan stamina (aerobic capacity).
3)Perbaikan fleksibilitas.
4)Perbaikan komposisi tubuh yang rasional ditambah dengan mempertahankan postur yg baik
(Depkes RI,1992:54).

Macam- macam Penyakit Menular Seksual (PMS)


1.1.1  Macam-macam Penyakit Menular Seksual
2.3.7.1  Gonore
Gonore merupakan penyakit yang mempunyai insiden yang tinggi diantara PMS.(10)
1.   Definisi
Gonore dalam arti luas mencakup semua penyakit yang disebabkan oleh  Neisseria gonorrhoeae.(10)
2.   Etiologi
Penyebab gonore adalah gonokok yang ditemukan Neisser pada tahun 1879 dan baru diumumkan tahun 1882. Neisseria gonorrhoeae merupakan salah satu dari empat spesies grup Neiserria. Pada sediaan langsung pewarnaan gram negative, terlihat di luar dan di dalam lekosit, tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati dalam keadaan kering, tidak tahan suhu diatas 39°C, dan tidak tahan zat desinfektan.(10)
3.   Patogenesis
Kuman N. gonorrhoeae  paling mudah menginfeksi daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang (imatur).  Umumnya penularan melalui hubungan seksual.(17)
4.   Gejala Klinis
Masa tunas sangat singkat, pada pria umumnya bervariasi antara 2-5 hari, kadang-kadang lebih lama. Pada wanita masa tunas sulit ditentukan karena umumnya asimptomatis.(10, 17)
Keluhan utama pada pria(5, 13):
a.       Nyeri pada waktu kencing
b.      Kadang disertai demma ringan
c.       Keluar nanah kental berwarna kuning atau kuning kehijauan dari muara saluran kemih.
d.      Ujung penis agak merah dan agak bengkak
Keluhan pada Wanita(5, 13):
a.       Keputihan kental berwarna kekuningan
b.      Nyeri waktu kencing atau kontak seksual
c.       Dapat juga tanpa gejala
5.   Komplikasi
Komplikasi gonore sangat erat kaitannya dengan susunan anatomi dan faal genitalia.
Pada Pria(5, 10, 17):
Infeksi pertama: Uretritis maka komplikasi local yang terjadi adalah peradangan pada kelenjar di muara saluran kemih (glandula tysonitis), selain itu adalah parauretritis, littritis, dan cowperitis. Komplikasi asendens yaitu: Prostatitis, vesikulitis, funikulitis, epididimitis, dan trigonitis. Penyakit berlanjut bakteri GO akan menginfeksi testis menyebabkan epididimo-orchitis yang dapat merusak jaringan penghasil sperma dan menyebabkan kemandulan.
Pada Wanita(5, 10, 17):
a.       Infeksi pertama: Uretritis maka komplikasi local yang terjadi adalah parauretritis dan Bartholinitis.
b.      Infeksi pertama: servisitis maka komplikasi asendens yang terjadi adalah endrometitis, salpingitis, dan PID.
Selain itu baik pada wanita maupun pria dapat terjadi penyebaran infeksi keseluruh tubuh antara lain sendi menimbulkan arthritis GO, jantung menyebabkan endocarditis, selaput otak menyebabkan meningitis. Penularan pada bayi yang dilahirkan pervaginam dikenal dengan konjungtivitis GO (Blenorheae) yang dapat menyebabkan kebutaan.(5, 13)
6.   Diagnosis
Diagnosis ditegakan atas dasar anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan bantu yang terdiri dari lima tahapan.
a.       Sediaan langsung
b.      Kultur
c.       Tes definitive
d.      Tes beta-laktamase
e.       Tes thomson
7.   Pengobatan
Pilihan utama ialah penisilin + probenesid, kecuali daerah yang tinggi insiden Neiserria gonorrhoeae penghasil Penisilinase (N.G.G.P). secara epidemiologis pengobatan yang dianjurkan adalah obat dengan dosis tunggal. Macam-macam obat lain yang dapat dipakai antara lain: penisilin, amoksisilin dan ampisilin, sefalosforin, spektinomisin, kanamisin, tiamfenikol, dan kuinolon.(10)
2.3.7.2  Herpes Simpleks
1.      Definisi
Herpes Simpleks adalah infeksi akut oleh virus herpes simpleks tipe I atau II.(10, 17)
2.      Etiologi
Virus Herpes Simpleks (HSV) tipe I dan II adalah virus herpes hominis yang termasuk virus DNA.(10, 17)
3.      Gejala Klinis
Infeksi HSV ini berlangsung dalam tiga tingkatan(10, 17) yaitu:
1)      Infeksi Primer
Berlangsung kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik, misalnya demam, malaise, anoreksia, dan dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah benig regional.
Tempat predileksi HSV tipe I di daerah pinggan ke atas terutama daerah mulut dan hidung. HSV tipe II di daerah pinggang ke bawah terutama daerah genital. Namun daerah predileksi ini sering kacau karena adanya hubungan seksual oro-genital.
Kelainan klinis yang dijumpai berupa vesikel yang berkelompok  di atas kulit yang sembab  dan eritematosa, berisi cairan jernih kemudian menjad seropurulen, dapat menjadi krusta dan ulserasi.
2)       Pada Fase Laten
Tidak ditemukan gejala klinis tetapi HSV dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis.
3)      Infeksi rekurens
Reaktivasi HSV pada ganglion dorsalis mencapai kulit. Berlangsung kira-kira 7-10 hari. Sering ditemukan gejala prodormal sebelum timbul vesikel seperti rasa panas, gatal, dan nyeri.
4.      Diagnosis
HSV dapat ditemukan pada vesikel dan dapat dibiak. Diagnosis bandingnya untuk Herpes simplek di daerah mulut yaitu: impetigo vesiko bulosa. Pada daerah genitalia yaitu: ulkus durum, ulkus mole dan ulkus mikstum.
5.      Penatalaksanaan
a.       Medikamentosa
1)   Belum ada terapi radikal
2)   Pada episode pertama berikan:
a)      Asiklovir
b)      Preparat isoprinosin
3)   Pada episode rekurensi, umumny tidak perlu diobati namun bila perlu obati dengan krim asiklovir.
b.      Non medikamentosa
Memberikan pendidikan kepada pasien seperti:
1)      Bahaya PMS dan komplikasinya
2)      Pentingnya memmatuhi obat yang diberikan
3)      Cara penularan PMS dan perlunya pengobatan
4)      Hindari hubungan seksual sebelum sembuh
5)      Cara-cara menghindari PMS di masa datang.



2.3.7.3  Trikomoniasis
1.      Definisi
Trikominiasis adalah infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut atau kronik.(10)
2.      Etiologi
Penyebab trikominiasis adalah Trichomonas vaginalis.(5,10,17)
3.      Patogenesis
T. vaginalis menimbulkan peradangan pada dinding saluran urogenital dengancara invasi mencapai jaringan epitel dan subepitel.(17)
4.      Gejala Klinis(10, 17)
Masa tunasnya 4 hari sampai 3 minggu.
Pada wanita penyakit ini terutama mengenai dinding vagina di daerah forniks posterior. Terlihat secret vagina seropurulen berwarna kekuning-kuningan, kuning-hijau, berbau tidak enak, dan berbusa. Dinding vagina kemerahan dan sembab. Abses kecil pada dinding vagina dan serviks sebagai granulasi berwarna merah (Strawberry appereance) dan disertai gejala dispareunia, perdarahan pasca coitus, dan perdarahan intramenstrual.
Pada laki-laki umumnya gambaran klinis lebih ringan. Bentuk akut gejalanya mirip uretro nongonore, misalnya disuria, poliuria, dan secret uretra mukoid. Urin biasanya jernih tetapi kadang disertai benang-benang halus.
5.      Diagnosis
Pemeriksaan mikroskopis sediaan basah, dan sediaan apusan serta pembiakan(17)
6.      Penatalaksanaan(10, 17)
Pengobatan dapat diberikan secara topical atau sistemik. Secara topical yaitu bahan cairan berupa irigasi, bahan berupa supositoria, jel dank rim yang berisi zat trikomoniasidal. Secara sistemik obat yang sering digunakan adalah derivate nitromidazol seperti mitonidazole, nimorazol, tinidazole, dan ornidazole.
2.3.7.4  Vaginosis Bakterial
1.      Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh Gardnella vaginalis.(10,17)
2.      Gejala Klinis
Keluhan berupa duh tubuh  ringan yang menempel pada dinding vagina dan berbau amis. Bau lebih menusuk setelah bersenggama dan darah haid berbau abnormal. Dapat timbul rasa gatal, dan panas akibat iritasi serta kemerahan dan edema pada vagina.(17)
3.      Diagnosis
Diagnosis dibuat atas dasar ditemukannya clue cell, pH vagina diatas 4,5, tes amin positif, dan adanya G. vaginalis sebagai flora utama menggantikan laktobasilus.
4.      Penatalaksanaan
1.      Secara topical gunakan krim sulfonamide, dan suposituria vaginal.
2.      Secara sistemik berikan metronidazol, tinidazol atau amoksisilin.
2.3.7.5  Sifilis
1.      Definisi
Sifilis ialah penyakit infeksi oleh Troponema pallidum dengan perjalanan penyakit yang kronis dan bersifat sistemik.(10,17)
2.      Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh Troponema pallidum.
3.      Klasifikasi
Sifilis dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Sifilis congenital : dini (< 2 tahun), lanjut (> 2 tahun), dan stigmata.
b.      Sifilis akuisita : secara klinis dan epidemiologic.
4.      Patogenesis(17)
Perkembangan penyait sifilis berlangsung dari stadium dini ke stadium lanjut.  10 -90 hari (umumnya 3-4 minggu) setelah terjadi infeksi, timbul lesi primer yang bertahan 1-5 minggu dan kemudian hilang sendiri. Kurang lebih 6 mingu setelah lesi primer terdapat kelainan kulit dan selapu lendir, kemudian mengadakan konfulensi dan berbentuk khas.
5.      Gejala Klinis(5, 13, 17)
a.       Stadium I: luka pada kemaluan tanpa nyeri, terjadi 3 minggu setelah infeksi.
b.      Fase laten: tanpa gejala klinis
c.       Stadium II: bintil, demam, kelainan kulit bercak merah pada tubuh. 6-8 minggu setelah stadium I.
d.      Stadium III : lesi yang khas (guma), nodus dibawah kulit, terjadi 3-7 tahun setelah infeksi.
e.       Sifilis Kongenital : muncul 3 minggu setelah bayi dilahirkan. Papul dan skuama menyerupai stadium II. Trias hutingson, teeth huthcintson
6.      Diagnosis(17)
Berdasarkan anamnesa, dan gambaran klinis, mikroskop, pewarnaan burri, pemeriksaan darah (TSS), dan pemeriksaan rontgen.
7.      Penatalaksanaan
a.       Medikamentosa
b.      Pemantauan serologic
c.       Nonmedikamentosa  
2.3.7.6  Ulkus Mole
1.      Definisi(10, 17)
Ulkus mole adalah penyakit infeksi alat kelamin yang akut, setempat, disebut juga soft chancre, chancroid, soft sore.

2.      Etiologi
Disebabkan kuman Haemophilus ducreyi merupakan bakteri gram negative.(17)
3.      Gejala klinis
Masa inkubasi berkisar antara 1-14 hari, pada umumnya kurang dari 7 hari,. Lesi kebanyakan multiple dan jarang soliter biasanya pada daerha genital. Mula mula kelainan berupa papul, kemudian menjadi vesiko-pustul pada tempat inokulasi, cepat pecah menjadi ulkus. Dapat timbul gejala sistemik berupa demam dan malese.
4.      Diagnosis
Berdasarkan riwayat pasien, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium.
5.      Pengobatan
1.      Medikamentosa
2.      Non medikamentosa
2.3.7.7  Kandidiosis Vaginal(17)
1.      Definisi
Kandidiosis Vaginal adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut pada vagina dan atau vulva.
2.      Etiologi
Bakteri Candida albicans.
3.      Gejala klinis
Rasa gatal/ iritasi disertaikeputihan tidak berbau atau berbau asam. Keputihan bias banyak, berwarna putih keju, seperti kepala susu/krim, atau seperti susu pecah. Pada vulva vagina terdapat tanda-tanda radang, disertai maserasi, pseudomembran, fisura, dan lesi satelit papulopustular.
4.      Diagnosis
Ditegakan berdasarkan hasil manifestasi klinis dan pemeriksaan mikroskopis
5.      Penatalaksanaan
a.       Secara topical gunakan mikonazol/klotrimazol, nistatin, untuk vulva berikan krim kotrimazol.
b.      Secara sistemik dapat diberikan ketokonazol.
2.3.7.8  Kondiloma Akuminata(5, 17)
1.      Definisi
Kondiloma akuminata adalah vegetasi Human papilloma virus (HPV) tipe terntentu, bertangkai dan permukaan berjonjot.
2.      Etiologi
Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6 dan 11 sering dijumpai pada kondiloma akuminata dan neoplasia serviks ringan. Tipe 16 dan 18 mempunyai potensi keganasan yang tinggi dan sering dijumpai pada kanker serviks.
3.      Gejala klinis
Masa inkubasi berlangsung antara 1-8 bulam (rata-rata 2-3 bulan). Kelainan yang masih baru berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan.
4.      Penatalaksanaan
Dapat dilakukan dengan kemoterapi, bedah listrik, bedah beku, bedah scalpel, laser CO2, interferon, dan imunoterapi.
2.3.7.9   AIDS(5,10, 13, 17)
1.      Definisi
AIDS (Acquired immune Deficiency Syndrome ) adalah suatu sindrom penyakit defisiensi imunitas seluler yang didapat.  AIDS adalah kumpulan gejala penyakit yang timbul karena penurunan daya tahan tubuh akibat virus HIV.
2.      Etiologi
Penyebabnya Human Immunodeficiency Virus (HIV).
3.      Gejala Klinis
Sering terlihat asimptomatis, baru terlihat apabila prognosis buruk.
4.      Cara Penularan
Terutama melalui tranfusi darah yang tidak steril dan hubungan seksual serta melalui cairan tubuh lainnya.
5.      Diagnosis
Ditegakan melalui pemeriksaan laboratorium.
6.      Penatalaksanaan
a.       Medikamentosa untuk peningkatan survival pada pasien.
Non medikamentosa dilakukan untuk upaya pencegahan dengan pendidika/konseling dan skrining darah donor.